Senin, 28 Mei 2012

LAPORAN PRAKTIKUM ZOOLOGI VERTEBRATA AMPHIBI

LAPORAN PRAKTIKUM ZOOLOGI VERTEBRATA 
Classis Amphibia “Memahami Struktur Dasar Tubuh katak sawah (Rana cancrivora)” Senin, 31 Oktober 2011
 Diajukan untuk memenuhi tugas praktikum Mata kuliah Zoologi Vertebrata yang diampu oleh Dr.Hening Widowati, M.Si dan Dasrieny pratiwi, M.Pd. 

Disusun oleh: 
Nama : Harmoko 
NPM : 09321205
 Prody : Pendidikan Biologi 
Kelas : C 
Kelompok : 7 (tujuh) 

LABORATORIUM PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO 2011

 BAB I PENDAHULUAN 

A. Latar belakang 
Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibi mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di air dan di darat, pada umumnya amphibi mempunyai siklus hidup awal diperairan dan siklus kedua di daratan. Pada masa berudu amphibi hidup di perairan. Pada pase ini berudu bergerak dengan ekor. Pada fase dewasa hidup didarat dan bernafas dengan paru-paru dan fase dewasa ini amphibi bergerak dengan kaki. Perubahan cara bernafas yang seiring dengan peralihan kehidupan dari perairan ke daratan menyebabkan hilangnya insang dan rangka insang lama kelamaam menghilang, pada anura tidak di temukan leher sebagai mekanisme adaptasi terhadap hidup di dalam liang dan bergerak dengan cara melompat. Amphibi mempunyai kelopak mata dan kelenjar air mata yang berkembang dengan baik. Pada mata terdapat membran nictitans yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu, kekeringan dan kondisi lain yang menyebabkan kerusakan pada mata. Sistem syaraf mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup. Otak depan menjadi lebih besar dan hemisphaerium cerebri terbagi sempurna, pada cerebellum konvulasi hampir tidak berkembang. Pada fase dewasa mulai terbentuk kelenjar ludah yang menghasilkan bahan pelembab/ perekat, walaupun demikian, tidak semua amphibi melalui siklus hidup dari perairan kedaratan,misalnya anggota plethodontidae, tetap tinggal di perairan dan tidak menjadi dewasa, selama hidup tetap dalam fase berudubernafas dengan insang dan berkemabang biak secara neotoni. Ada beberapa jenis amphibi lain yang sebagian hidupnya di daratan, tetapi pada waktu tertentu kembali keair untuk berkembang biak, tetapi ada juga yang hidup didarat selama hidupnya pada kelompok ini tidak terdapat setadium larva dalam air.
 B. Tujuan 
Adapun tujuan praktikum kali ini adalah: 
1. Agar dapat mengidentifikasi bentuk luar tubuh Rana cancrivora 
2. Agar dapat mengidentifikasi topografi alat-alat visceral Rana cancrivora 

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 
Menurut Kimball (1992: 98) Amphibia umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup didua alam yakni di air dan di daratan. Amphibia bertelur di air atau menyimpan telurnya ditempat yang lembab dan basah. Ketika menetas larvanya yang dinamakan berudu hidup di air atau tempat basah tersebut dan bernafas dengan insang. Setelah beberapa lama, berudu kemudian berubah bentuk (bermetamorfosa) menjadi hewan dewasa, yang umumnya hidup di daratan atau di tempat-tempat yang lebih kering dan bernapas dengan paru-paru.

 Menurut Anonimus (2011) Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibi mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di air dan di darat, pada umumnya amphibi mempunyai siklus hidup awal diperairan dan siklus kedua di daratan.

Menurut Harminto (2001: 112) Pada masa berudu amphibi hidup di perairan. Pada fase ini berudu bergerak dengan ekor. Pada fase dewasa hidup didarat dan bernafas dengan paru-paru dan fase dewasa ini amphibi bergerak dengan kaki. Perubahan cara bernafas yang seiring dengan peralihan kehidupan dari perairan ke daratan menyebabkan hilangnya insang dan rangka insang lama kelamaam menghilang, pada anura tidak di temukan leher sebagai mekanisme adaptasi terhadap hidup di dalam liang dan bergerak dengan cara melompat. 

Menurut Soemarwoto (1981:87) Amphibi mempunyai kelopak mata dan kelenjar air mata yang berkembang dengan baik. Pada mata terdapat membran nictitans yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu, kekeringan dan kondisi lain yang menyebabkan kerusakan pada mata. Sistem syaraf mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup. Otak depan menjadi lebih besar dan hemisphaerium cerebri terbagi sempurna, pada cerebellum konvulasi hampir tidak berkembang. Pada fase dewasa mulai terbentuk kelenjar ludah yang menghasilkan bahan pelembab/ perekat, walaupun demikian, tidak semua amphibi melalui siklus hidup dari perairan kedaratan,misalnya anggota plethodontidae, tetap tinggal di perairan dan tidak menjadi dewasa, selama hidup tetap dalam fase berudubernafas dengan insang dan berkemabang biak secara neotoni. Ada beberapa jenis amphibi lain yang sebagian hidupnya di daratan, tetapi pada waktu tertentu kembali keair untuk berkembang biak, tetapi ada juga yang hidup didarat selama hidupnya pada kelompok ini tidak terdapat setadium larva dalam air. 

Menurut Radio (1985:112) Amphibia merupakan hewan vertebrata pertama yang hidup di darat diikuti oleh Reptil, Burung dan Mammalia. Amphibia dikelompokan kedalam empat Ordo yaitu Gymnophiona (Caecilians), Trachystomata (Sirens), Caudata dan Anura (Frogs and Toads). Sementara ahli lain membagi amphibi kedalam tiga ordo meliputi Gymnophiona (Caecilians), Caudata (Salamanders) dan Anura (Frogs and Toads). 

 Menurut Brotowidjoyo (1985:114) Ampibia mempunyai ciri-ciri yaitu tubuh diselubungi kulit yang berlendir, merupakan hewan berdarah dingin (poikiloterm), mempuyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik, mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat diantara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang, matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membran niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam, pernafasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernafasannya berupa paru-paru dan kulit yang hidungnya mempunyai katup yang mencegah air masuk kedalam rongga mulut ketika menyelam, dan berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan diluar tubuh induknya atau pembuahan eksternal. 

BAB III METODE PRAKTIKUM
A. Alat Dan Bahan Alat :
  1. alat bedah lengkap, 
  2. papan lilin/parafin dan alat tulis.
  3. Bahan : bahan yang digunakan yaitu berupa katak sawah (Rana cancrivora

B. Cara Kerja Acara 
  1. Mengamati secara seksama preparat yang telah ada. Menggambar bentuk luar tubuh preparat, sehingga menjadi jelas informasi mengenai bentuk tubuh, pembagian wilayah tubuh dan alat-alat tubuh yang tampak dari luar. 
  2. Memberi keterangan lengkap, bagian-bagian dari: a. Caput: rima oris, nares anteriores, organon visus, membrane tymphani, dan sebagainya; b. Truncus: dorsum, ventrum/abdoment, lateral, muara kloaka/anus, extremitas anterior (brachium, anterbrachium, manus, 4 digiti), extremitas posterior (femur, crus, pes/pedes, selaput renang, 5 digiti) 
  3. Melengkapi pengamatan inspectio saudara terhadap masing-masing bagian organ secara detail: bagian-bagian mata, telinga, kulit, dll. 
  4. Acara 2 
1. Mematikan dahulu preparat dengan uap chloroform sebagai pembius.
2. Setelah pingsan, kita mencuci katak tersebut.
3. Melakukan pembedahan di atas papan bedah/bak parafin. Melakukan pengguntingan dimulai pada kulit perut antara kedua lipat paha menyusur garis tengah badan kearah depan sampai dengan dadanya. Selanjutnya system muscularnya menggunting dengan arah yang sama.
4. Mengamati situs viscerum (alat dalam) Rana cancrivora; tentukan jenis kelaminnya, selanjutnya menggambar dan memberi keterangan secara lengkap istilah latin diikuti istilah indonesianya. Untuk organ yang tertutup organ lain, menggambar dengan garis putus-putus: - Caput (daerah cavum oris); dentes maxillaris, nares posteriores, palatum, pharynx, os vormer (dengan dantes), ostium tubae auditivae,rima glotidis, lubang ke saccus vocalis (hanya pada katak jantan), lingua bifida. - Truncus; cor, hepar ventriculus, intestinum, cloaca, pancreas, lien, ovarium, oviduct, uterus, atau testes, vasa efferentia, vesica seminalis, mesonephros, ductus mesonephridicus (ureter), vesica urinaria, pulmo, vesica felea. Mengamati masing-masing organ secara detail.

Acara 3 Diskusi/penugasan klarifikasi classis amphibia
  1. Berikan alasan apa sebab katak sawah berada dalam susunan sistematika seperti tertuang di atas. Jelakan masing-masing alasannya! 
  2. Jawab: Kingdom Animalia: makhluk hidup yang dapat bergerak secara aktif, Phylum chordata: chordata berasal dari bahasa Yunani, yaitu chorde yang berarti dawai/ senar atau tali. Sesuai dengan namanya, anggota kelompok chordata memiliki notokord (korda dorsalis) memanjang dari anterior hingga posterior. Sub-phylum vertebrata: kelompok hewan yang memiliki tulang belakang.Dalam sistem klasifikasi, vertebrata merupakan subfilum dari filum Chordata. Classis amphibia: umumnya hidup di dua tempat, yaitu darat dan air selama metamorfosisnya. Sebagian besar Amphibia memiliki ciri-ciri khusus lainnya, yaitu : -berkulit licin tidak bersisik - menggunakan energi lingkungannya untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan eksoterm. Ordo anura: Anura memiliki ciri tidak berekor saat dewasa.Kaki belakangnya yang lebih panjang daripada kaki depan digunakan untuk melompat. Lidahnya besar, lengket, dan dapat dijulurkan untuk menangkap mangsanya.Bagi yang jantan memiliki kantong udara di kerongkongannya yang dapat mengeluarkan suara untuk menarik betina saat musim kawin. Familia Ranidae: adalah kelompok hewan dari ordo anura yang memiliki kaki belakang yang panjang dan memiliki kulit yang berlendir tak berbintil-bintil.
  3. Buatlah klarifikasi sistem-sistem organ tubuh katak sawah, sesuai temuan organ ketika pengamatan struktur tubuhnya. Jawab: 1. Inspectio: caput, truncus, langit-langit atas, hidung, mulut, mata, jari-jari kaki, kloaka, selaput renang, dorsal lateralis, brakhium, antebrakhium. 2. Sectio: kelenjat tiroid, ventricle, lambung, usus, kantong urine, paru-paru, glottis, atrium, hati, kloaka, testis. 3. Sistem pernapasan: pulmonary, larynx 4. Sistem pencernaan: mulut (langit-langit mulut, gigi, lidah), esofagus, lambung, ususs halus, usus besar, rektum, kloaka 5. Rongga mulut dan sekat: - Septum submandibulare (sekat kepala): saccus submandibulare. - Septum pectoralis: rongga dada dan rongga insang - Septum abdominale: rongga perut, rongga sisi, rongga paha, rongga betis. 6. Sistem urogenital jantan: testis, hemipenis 7. Sistem urogenital betina: oviduct, ovary, uterus dan kloaka.
  4.  Adakah perbedaan terhadap jenis katak yang lain? Jelaskan! Jawab: Tentunya ada, karena Allah S.W.T menciptakan makhluknya tidak ada yang sama, walaupun itu kembar pasti masih ada perbedaannya. Begitu juga dengan Rana cancrivora, yang memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya. 
  5. Adakah persamaan terhadap jenis katak yang lain? Jelaskan! Jawab: Menurut saya ada, tetapi hanya pada anatomi atau sectionya. Sedangkan morfologinya akan berbeda.   
C. PEMBAHASAN
Kingdom : Animalia
Sub-Filum : Chordata
Classis : Amphibia
Ordo : Anura
Sub-ordo : Phaneroglossa
Famili : Ranidae
Genus : Rana
Species : Rana cancrivora

            Kelas Amphibia umumnya hidup di dua tempat, yaitu darat dan air selama metamorfosisnya. Sebagian besar Amphibia memiliki ciri-ciri khusus lainnya, yaitu : - Berkulit licin tidak bersisik, - Menggunakan energi lingkungannya untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan eksoterm, - Fertilisasi secara eksternal di air tau tempat lembab, - Menghasilkan telur (bersifat ovipar) yang tidak bercangkang. Tidak semua jenis Amphibia hidup di dua tempat kehidupan.Beberapa jenis katak, salamander, dan caecilian ada yang hanya hidup di air dan ada yang hanya di darat.Namun habitatnya secara keseluruhan dekat dengan air dan tempat yang lembap seperti rawa dan hutan hujan tropis.Amphibia terdiri dari tiga ordo, yaitu Anura, Urodela, dan Apoda. 
            Anura Anura memiliki ciri tidak berekor saat dewasa. Kaki belakangnya yang lebih panjang daripada kaki depan digunakan untuk melompat. Lidahnya besar, lengket, dan dapat dijulurkan untuk menangkap mangsanya. Bagi yang jantan memiliki kantong udara di kerongkongannya yang dapat mengeluarkan suara untuk menarik betina saat musim kawin. Contoh hewan ini adalah katak hijau (Rana signata), katak pohon (Rachoporus sp.) dan kodok atau bangkong (Bufo sp). Urodela Urodela merupakan kelompok amphibia yang memiliki ekor saat larva, muda dan dewasa.Tubuhnya berbentuk silinder memanjang serta memiliki kaki depat yang sama ukurannya dengan kaki belakang. Beberapa jenis ini hidup di air dan ada yang di darat. Hewan yang tegolong kelompok ini adalah salamander. Apoda Apoda yang disebut juga sesilian merupakan amphibia tak berkaki. Bentuk tubuhnya seperti cacing tanah atau belut. Larva sesilian sangat menyerupai sesilian dewasa.
           Sesilian hidup terutama bersarang dalam lubang di tanah. Katak adalah, hewan melata dengan makanan utama serangga-serangga kecil dengan ciri-ciri: • Tubuh langsing • Kulit basah (lembab), tipis, dan halus • Kaki panjang, sehingga dapat membuat lompatan yang jauh • Biasanya hidup di daerah basah atau berair • Contoh katak: Rana esculenta, Rana tigrina. Katak ini banyak sekali hidup di sawah-sawah daerah bersuhu tropis, hutan dan daerah-daerah gambut. Dan katak ini mempunyai banyak sekali jenis-jenisnya yang memang terkadang warna dan bentuknya amat lucu, sehingga banyak yang dijadikan sebagai koleksi. Family Ranidae ini sering disebut juga katak sejati. Bentuk tubuhnya relatif ramping. Tungkai relatif panjang dan diantara jari-jarinya terdapat selaput untuk membantu berenang. Kulitnya halus, licin dan ada beberapa yang berbintil. Gelang bahu bertipe firmisternal. Pada kepala tidak ada pematang seperti pada Bufo. Mulutnya lebar dan terdapat gigi seperti parut di bagian maxillanya. 
                   Sacral diapophysis gilig (Berry, P.Y. 1975). Katak adalah bilateral simetris, dengan bagian sisi kiri dan kanan equal. Bagian tengah disebut medial, samping/lateral, badan muka depan adalah ujung anterior, bagian belakang disebut ujung posterior, bagian punggung atau dorsal, sedang bagian muka ventral. Bagian badan terdiri atas kepala/ caput, kerongkongan/ cervik, dada/ thorax atau pectoral, perut atau abdomen, pantat pelvis serta bagian kaudal pendek. Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hampir sama dengan ikan, meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. salah satu binatang amphibi adalah katak. Makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga). 
                  Secara berturut-turut saluran pencernaan pada katak meliputi: a. Rongga mulut: terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk menangkap mangsa, b. Esofagus; berupa saluran pendek, c. Ventrikulus (lambung), berbentuk kantung yang bila terisi makanan menjadi lebar. Lambung katak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu tempat masuknya esofagusdanlubangkeluarmenujuusus, d. Intestinum (usus): dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal. Usus halus meliputi: duodenum. jejenum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya. e. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloata, dan f. Kloaka: merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan, saluran reproduksi, dan urine. g. Kelenjar pencernaan pada amfibi, terdiri atas hati dan pankreas. Hati berwarna merah kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus. h. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. Pankreas berwarna kekuningan, melekat diantara lambung dan usus dua belas jari (duadenum). i. Pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada duodenum. 

BAB IV KESIMPULAN 
Jadi pada praktikum zoologi vertebrata kali ini, yaitu tentang Amphibi, menggunakan Rana cancrivora yang dilaksanakan pada senin 24 Oktober 2011. Dapat disimpulkan bahwa: Dari laporan ini yang merujuk dari tujuan penyusunan laporan ini adalah banyak sekali organ tubuh bagian luar (insectio) dan bagian dalam pada Rana cancrivora. Bagian- bagiannya ada pada data hasil pengamatan untuk lebih jelasnya. 

DAFTAR PUSTAKA 
Anonimous. 2011. Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup. (onlie) http: //www. Edukasi. Net. diakses pada hari selasa tanggal 1 November 2011, pukul 13.00. 
Brotowidjoyo, Mukayat J, 1985. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga 
Kimball, Jhon W. 1983. Biologi Jilid 3. Jakarta :Erlangga 
Harminto, Sundowo, Dkk. 2001. Biologi Umum. Jakarta. Universitas Terbuka
Radio, Poetra.1985. Zoology . Jakarta :Erlangga 
Soemarwoto, Idjah. 1981. Biologi Umum. Jakarta: Gramedia. 

 BAB IV
 A. Data Hasil Pengamatan 
1. Gambar Inspectio 
2. Gambar Sectio 
3. Gambar Sistem Respirasi 
4. Gambar Sistem Pencernaan 
5. Gambar rongga mulut dan sekat 
6. Gambar Sistem Urogenital ♂ 
7. Gambar Sistem Urogenital ♀

1 komentar: