Jumat, 29 Juni 2012

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK LABORATORIUM "MIKROTOM"



LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNIK LABORATORIUM


Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Teknik Labolatorium




                                                                       





DISUSUN OLEH :
Nama  : Harmoko
NPM   : 09321205
Prodi   : BIOLOGI C

]


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
2011/2012



I.             TOPIK           :     Pembuatan sayatan dengan menggunakan Hand Mikrotom.
II.          Hari/tanggal   : Rabu, 5 Januari 2011.
III.       Tujuan           : Untuk mengetahui pembuatan sayatan dengan menggunakan Hand Mikotom.
IV.       Dasar Teori    :
Anonimus (2010) menyatakan bahwa : “Mikrotom adalah mesin untuk mengiris spesimen biologi menjadi bagian yang sangat tipis untuk pemeriksaan mikroskop. Beberapa mikrotom menggunakan pisau baja dan digunakan untuk mempersiapkan sayatan jaringan hewan atau tumbuhan dalam histology”.
Mohammad (1993: 85) menyatakan bahwa : “Mikrotom adalah alat untuk memotong irisan tipis untuk pemeriksaan Mikroskopis. Beberapa mikrotom menggunakan pisau baja dan digunakan untuk mempersiapkan sayatan jaringan hewan atau tumbuhan dalam histology”.
Parjatmo (1993: 58) menyatakan bahwa:Mikrotom adalah suatu alat berpresisi tinggi sehingga harus diperlakukan secara hati-hati. Alat ini digunakan untuk menyayat jaringan sebelum ditempelkan ke atas permukaan slide”.
Pujawati (2002: 75) menyatakan bahwa: Mikrotom adalah Instrumen Ilmiah yang memotong iris tipis sesuatu untuk pemeriksaan mikroskopis. Alat untuk membuat bagian yang sangat tipis untuk pemeriksaan mikroskopis. Alat mekanis yang digunakan untuk memotong spesimen biologi menjadi bagian tipis transparan untuk pemeriksaan mikroskopis. Mikrotom menggunakan baja, kaca atau berlian pisau tergantung pada spesimen yang sedang diiris dan ketebalan yang diinginkan dari bagian yang dipotong.

V.          Alat dan Bahan   :
a.      Alat              :
-          Hand Mikrotom
-          Laptop
-          Silet
-          Kaca preparat
b.      Bahan          :
-          Manihot utilisima (singkong)
-          Daun Rhoe discolor
-          Zea mays (jagung)
VI.       Cara Kerja          :
-          Menyiapkan alat dan bahan,
-          Membuat sayatan dengan menggunakan mikrotom,
-          Mengamati sayatan dengan menggunakan mikroskop digital
-          Mengambil gambar sayatan dengan laptop,
-          Membuat gambar pada laporan sementara.
-          Meminta ACC pada asdos.



VII.    Data hasil pengamatan            :
No
Nama preparat
Gambar
1
Zea mays (jagung)




2
Manihot utilisima (singkong)
                                                    




3
Rhoe discolor





VIII. Deskripsi  Data             :
Berdasarkan data hasil pengamatan pada preparat pertama yaitu Zea mays (jagung) memiliki bagian-bagian yang berupa foem, sel pengiring, trakea, trakeida, parenkim, dan sklerenkim. Pada pengamatan kedua yaitu Manihot utilisima (singkong) memiliki bagian-bagian yang berupa dinding sel, ruang antar sel, ruang sel. Dan pada pengamatan ketiga yaitu Rhoe discolor memiliki bagian-bagian yang berupa sitoplasma, klorofil, dinding sel.
IX.       Pembahasan                 :
Berdasarkan data hasil pengamatan bahwa penggunaan alat mikrotom digunakan untuk mengamati daun Rhoe discolor memiliki bagian-bagian yang berupa sitoplasma, klorofil, dinding sel., Manihot utilisima (singkong) memiliki bagian-bagian yang berupa dinding sel, ruang antar sel, ruang sel, Zea mays (jagung) memiliki bagian-bagian yang berupa foem, sel pengiring, trakea, trakeida, parenkim, dan sklerenkim. Mikrotom adalah mesin untuk mengiris spesimen biologi menjadi bagian yang sangat tipis untuk pemeriksaan mikroskop. Beberapa mikrotom menggunakan pisau baja dan digunakan untuk mempersiapkan sayatan jaringan hewan atau tumbuhan dalam histologi.
Beberapa penggunaan mikrotom:
  • Untuk mikroskop cahaya, material pertama-tama difiksasi dan dibekukan atau dibenamkan ke dalam parafin. Bagian-bagian setebal 3 – 20 mm biasanya diiris dengan pisau baja.
  • Untuk mikroskop elektron, fiksasi diikuti dengan pembenaman dalam resin seperti Araldine(R), bagian-bagian diiris dengan pisau gelas atau pisau intan ultramikrotom setebal 2 – 100 nm.


Mikrotom tangan





Mikrotom tangan merupakan mikrotom dengan bentuk paling sederhana. Alat ini biasa digunakan di laboratorium sekolah untuk membuat sayatan spesimen yang tipis sekali (kurang lebih 20), supaya dapat dilihat di bawah mikroskop. Misalnya sayatan daun, batang, akar, dan sebagainya.
Alat ini terbuat dari logam berbentuk seperti klos benang yang berongga di tengah. Di dalam rongga terdapat sebuah ulir yang bagian atasnya rata dan bagian bawahnya melekat atau bersatu dengan dasar alat itu. Bila dasar alat itu diputar dari kiri atau ke kanan, maka bidang ulir bagian atas yang rata itu akan bergerak ke atas atau ke bawah dengan interval 20 tiap putaran. Rongga tersebut adalah tempat untuk meletakkan benda yang akan disayat tipis, biasanya dibalut lilin atau gabus. Meja pemanasan/hot plate, suatu meja yang dapat diberisuhu lebih tinggi dari pada suhu kamar karena adanya aliran listrik atau lampu spritus. Berguna untuk penghangatan perekatan gelas benda.
 
 
 
 
 
Secara umum, suatu mikrotom memilki bagian-bagian terpenting sebagai berikut:
 
1.      Skala pengatur ketebalan sayatan biasanya terdapat di bagian kanan atas badan mikrotom, skala ini dapat digeser ke kiri dan ke kanan sesuai dengan ketebalan sayatan yang diinginkan.
2.      Pisau mikrotom, merupaka komponen yang bisa menentukan kualitas sayatan.
3.      Pegangan blok jaringan, merupakan komponen yang menghubungkan mikrotom dengan blok jaringan yang hendak disayat.
4.      Pengatur jarak berfungsi untuk mengatur blok jaringan dengan mata pisau.

Jenis – jenis Mikrotom Secara garis besar mikrotom dibagi menjadi dua golongan, yaitu :
a.             Mikrotom Schantz , yaitu mikrotom dimana pada saat menyayat, blok jaringan yang hendak disayat tetap diam di tempatnya sementara pisau melewati blok parafin tersebut. Mikrotom ini tidak dapat menghasilkan pita sayatan, tetapi sayatan yang dihasilkan selalu terpisah satu sama lain.
b.            Mikrotom Spencer adalah mikrotom dimana pada saat menyayat dapat menghasilkan pita sayatan yang panjang sehingga sangat cocok untuk pembuatan preperat sayatan serial.
Perkembangan alat mikrotom memang sangat pesat, terbukti dengan banyaknya jenis mikrotom yang beredar di pasaran. Berbagai tipe mikrotom modern bermunculan dengan spesifikasi yang masing-masing berbeda. Seperti yang terlihat dari tulisan yang dibuat oleh Walter Esigner Direktur pemasaran dan sales internasional untuk Leica Mikrosistem di Nusloch, Jerman, menceritakan tentang perubahan transformasi di lingkungan laboratorium histopatologi modern. Di dalam essay nya yang berjudul ‘Motorised Microtomes Liberate Histotechnologist’, pada saat ini terdapat berbagai jenis mikrotom modern yang diproduksi sesuai permintaan pasar, diantaranya adalah tipe RM 215, RM 2155, RM 2145, DSC 1, RM. Jenis mikrotom yang paling umum digunakan adalah:
1.      Mikrotom Putar baik untuk sayatan parafin dan teknik kriostat,
2.      Mikrotom geser, baik untuk sayatan nitroselulase atau palstik,
3.      Mikrotom klinis beku, digunakan di laboratorium klinis untuk keperluan diagnosis yang bersifat segera,
4.      Mikrotom sayatan ultra tipis, digunakan untuk menghasilkan sayatan dengan ketebalan kurang dari 1 milimikron,
5.      Mikrotom base sledge, digunakan untuk menyayat jaringan yang sangat besar seperti otak,
6.      Mikrotom faust, menghasilakn ketipisan maksimal 254 milimikron,
7.      Mikrotom Smith dan farguhur, digunakan untuk menyayat jaringan segar yang tidak difiksasi.
Perawatan Mikrotom
Mikrotom sebaiknya ditutup dengan plastik, atau dimasukkan ke kotaknya jika tidak sedang digunakan. Jangan memindahkan mikrotom dengan cara memegang bagian yang dapat bergerak, karena dapat menggangu akurasinya. Sebelum dan sesudah digunakan, sebaiknya mikrotom dibersihkan dari serpihan parafin dengan cara melap dengan kain lap yang telah dibasahi dengan xilol. Mikrotom harus selalu diminyaki untuk mencegah keausan dan kemacetan.
Pisau Mikrotom
Komponen mikrotom yang paling berperan dalam produksi sayatan yang sempurna adalah pisau yang digunakan untuk menyayat. Oleh karena itu, untuk dapat bekerja optimal.

a.       Tipe dan struktur pisau mikrotom pabrikan yang sama dengan pabrikan mikrotom.
Berdasarkan struktur sisi pemotong pisau, maka dikenal tiga tipe pisau mikrotom, yaitu:
1.      Pisau plane-edge (simple wedge razor), biasanya digunakan untuk sayatan beku dan blok parafin.
2.      Pisau konkaf (flat- or half- ground razor), biasanya digunakan untuk sayatan blok celoidin dan plastik.
3.      Pisau bikonkaf (hollow-ground razor), sering digunakan untuk menyayat blok parafin.
b.      Perawatan pisau mikrotom Pisau mikrotom harus selalu dibersihkan setelah selesai dipakai, karena jika tidak maka akan meninbulkan korosi. Membersihkan pisau dengan kertas atau kain pembersih lensa yang dibasahi xilen kemudian dilap dengan bahan pembersih yang sama. Pisau harus ditajamkan sesering mungkin. Ada dua tekhnik dalam hal menajamkan pisau mikrotom, yaitu mengikir (honing) dan mengasah (stropping). Mengikir lebih diarahkan kepada menghilangkan gerigi atau sompelan kasar dan dalam yang terdapat pada mata pisau. Sedangkan tahap mengasah diarahkan untuk menghilangkan gerigi yang lebih halus pada mata pisau sehingga pisau memiliki kemampuan mengiris yang lebih baik dan sempurna.
Penggunaan Mikrotom
·         Beberapa penggunaan mikrotom :
1.      Untuk mikroskop cahaya, material pertama-tama difiksasi dan dibekukan atau dibenamkan ke dalam parafin. Bagian-bagian setebal 3 – 20 mm biasanya diiris dengan pisau baja.
2.      Untuk mikroskop elektron, fiksasi diikuti dengan pembenaman dalam resin seperti Araldine , bagian-bagian diiris dengan pisau gelas atau pisau intan ultramikrotom setebal 2 – 100 nm.
Alat ini terbuat dari logam berbentuk seperti klos benang yang berongga di tengah. Di dalam rongga terdapat sebuah ulir yang bagian atasnya rata dan bagian bawahnya melekat atau bersatu dengan dasar alat itu. Bila dasar alat itu diputar dari kiri atau ke kanan, maka bidang ulir bagian atas yang rata itu akan bergerak ke atas atau ke bawah dengan interval 20 tiap putaran. Rongga tersebut adalah tempat untuk meletakkan benda yang akan disayat tipis, biasanya dibalut lilin atau gabus.
Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata. Jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop optis. Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang fokal dari lensa tersebut.

Gambar Mikroskop digital yang bisa tersambung dengan komputer



 







Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel. Mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang hanya memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2 lensa okuler. Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan, mikroskop dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop sederhana (yang umumnya digunakan pelajar) dan mikroskop riset (mikroskop dark-field, fluoresens, fase kontras, Nomarski DIC, dan konfokal).

Struktur mikroskop

Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop, yaitu:
·         Bagian optik, yang terdiri dari kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler.
·         Bagian non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek, dan sumber cahaya.

Pembesaran

\ {Vm} =  \frac { t.sn }{f_1.f_2}Tujuan mikroskop cahaya dan elektron adalah menghasilkan bayangan dari benda yang dimikroskop lebih besar. Pembesaran ini tergantung pada berbgai faktor, diantaranya titik fokus kedua lensa( objektif f1 dan okuler f2, panjang tubulus atau jarak(t) lensa objektif terhadap lensa okuler dan yang ketiga adalah jarak pandang mata normal(sn). Rumus:


Sifat bayangan

Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang menggunakan mikroskop cahaya meletakkan huruf A di bawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf A yang terbalik dan diperbesar.
X.          Kesimpulan                   :
Berdasarkan data hasil pengamatan bahwa Mikrotom tangan merupakan mikrotom dengan bentuk paling sederhana. Alat ini biasa digunakan di laboratorium sekolah untuk membuat sayatan spesimen yang tipis sekali (kurang lebih 20), supaya dapat dilihat di bawah mikroskop. Misalnya sayatan daun, batang, akar, dan sebagainya.
Jenis – jenis Mikrotom Secara garis besar mikrotom dibagi menjadi dua golongan, yaitu :
a.       Mikrotom Schantz , yaitu mikrotom dimana pada saat menyayat, blok jaringan yang hendak disayat tetap diam di tempatnya sementara pisau melewati blok parafin tersebut. Mikrotom ini tidak dapat menghasilkan pita sayatan, tetapi sayatan yang dihasilkan selalu terpisah satu sama lain.
b.      Mikrotom Spencer adalah mikrotom dimana pada saat menyayat dapat menghasilkan pita sayatan yang panjang sehingga sangat cocok untuk pembuatan preperat sayatan serial.
Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya dan mikroskop electron. Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop, yaitu:
  • Bagian optik, yang terdiri dari kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler.
  • Bagian non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek, dan sumber cahaya.
XI.       Daftar Pustaka             :
Annonimus.2010. Mikrotom. (online) http://www.bookofjoe.com. Diakses pada hari         jum’at, 7 Januari 2011. Pukul 13.00 WIB.

Mohammad, Nasir.1993. Penuntun Praktikum Biologi umum. Yogyakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Parjatmo, W. 1993. Panduan Keterampilan Kerja laboratorium. Bandung: ITB.

Pujawati, E D. 2002. Petunjuk Praktikum Mikroteknik Tumbuhan. Lampung : Universitas Lambung Mangkurat.














Tidak ada komentar:

Poskan Komentar